.topcolumn .widget{ }
"...WELCOME TO MAPALA GAPURA..."

Rabu, 08 April 2009

Kronologis Perjalanan di Sebuah Jalan yang Baru

Jumat, 20 Februari 2009 Akhirnya dengan segala kekurangan yang ada dalam segi apapun, saya berangkat dengan sebuah niat ingin belajar Divisi GOA dalam kegiatan Kursus Dasar Kursus Lanjutan (KDKL) GOA yang diadakan oleh Himpunan Kegiatan Speleologi ( HIKESPI ) bekerja sama dengan LCS dan Mapala WARIS UNSRI . Pukul 19.00 saya datang ke secretariat PADI untuk menunggu bis yang membawa peserta dari WARIS. Tapi bis yang ditunggu baru datang pukul 23.30 dan saya langsung berangkat bersama peserta lain dalam bis itu menuju lokasi KDKL, yaitu Goa Putri yang berada di desa Padang Bindu. Pukul 00.30 kami sampai di lokasi dan istirahat.

Sabtu, 21 Februari 2009 Pukul 05.00 kami bangun dan memindahkan perlengkapan yang kami bawa ke tenda peserta yang telah disediakan. Setelah itu kami sarapan nasi bungkus yang disediakan panitia. Sehabis makan kami melihat simulasi SRT ( Single Roop Technique) yang dilakukan oleh para Instruktur kegiatan KDKL ini. Peserta kegiatan ini ada 25 orang yang terdiri dari 3 orang dari luar Sumatra dan sisanya dari daerah Sumatra sendiri. Pukul 08.00 kami mendengarkan materi tentang kawasan karst dari Kades Padang Bindu dan dinas-dinas lain sekaligus membuka acara KDKL. Pukul 14.00 setelah istirahat dan makan siang diadakan latihan membuat simpul-simpul dan perkenalan alat SRT sekaligus latihan SRT di pohon. Pukul 17.00 peserta kumpul lagi di aula untuk makan malam dan dilanjutkan dengan materi Speleologi sampai pukul 00.00.

Minggu, 22 Februari 2009 Pukul 05.00 bangun dan langsung streaching yang dipimpin oleh salah satu instruktur, setelah selesai kami langsung sarapan. Setelah sarapan kami dibagi jadi 2 kelompok, satu kelompok simulasi goa vertical di goa silabe dan kelompok satunya pengenalan ornamen di goa putri. Goa silabe yang dijadikan lokasi simulasi SRT berkedalaman 20 m dan gelap didalamnya sehingga headlamp atau penerangan sangat penting. Di sana kami tinggal turun menggunakan alat SRT melalui jalur tali yang telah dipasang oleh instruktur. Satu-persatu peserta yang berjumlah sekitar 15 orang turun, setelah semuanya turun, kembali satu-persatu kami naik. Pukul 13.00 setelah semuanya naik, kami tim SRT kembali ke Camp untuk makan siang dan shalat dzuhur. Setelah itu tim SRT kami bergantian dengan tim pengenalan ornamen goa. Mereka latihan SRT dan kami memasuki goa putri untuk pengenalan ornamen goa. Di sana dijelaskan secara lengkap oleh instrukturnya dari pengertian karst, bagaimana pembentukan karst, bagaimana seharusnya pengelolaan kawasan karst sebagai ekowisata sampai nama-nama ornamen goa seperti stalagmit, stalagtit, pilar, gordyn, aven, dan seterusnya. Sampai di dalamnya kami turun ke pemandian putri dan menyusuri air di dalamnya yang ternyata menembus keluar goa di sebelah mulut goa putri. Pukul 17.00 kembali ke camp dan istirahat sampai pukul 19.00. Pukul 19.00 kami makan malam dan dilanjutkan penyampaian materi dasar goa oleh instruktur sampai pukul 24.00.

Senin, 23 Februari 2009 Seperti hari-hari kemarin pukul 05.00 kami bangun untuk streaching dan langsung sarapan. Setelah sarapan kami ujian Kursus Dasar Goa tentang semua materi dan praktek yang telah diberikan kemarin. Ujian ini terdiri dari ujian tertulis, tes simpul, mengingat nama-nama instalasi SRT dan SRT di pohon. Setelah selesai mengikuti test kami melihat demonstrasi atau simulasi self resque yang dilakukan oleh instruktur. Setelah itu kami istirahat dan bersih-bersih sebelum kemudian berkumpul lagi di aula pukul 19.00. Pukul 19.00 kami makan malam dan dilanjutkan materi Rigging sampai pukul 03.00 pagi.

Selasa, 24 Februari 2009 Pukul 07.00 kami bangun dan langsung streaching tanpa mandi atau apapun kecuali yang tentunya lebih awal bangun untuk shalat subuh. Setelah streaching kami langsung memakai seragam goa kami yaitu wearpack, sepatu boot dan helm. Setelah itu kami sarapan bersama. Sehabis sarapan kami dibagi menjadi empat kelompok, dua kelompok melakukan latihan pemetaan di goa silabe tapi masing-masing di tempat terpisah. Dua sisanya melakukan latihan rigging perorangan dan team masih di bagian goa silabe juga. Pukul 12.00 team pemetaan pulang ke basecamp untuk makan siang dan kemudian mengolah data yang tadi telah diambil. Sedangkan team rigging masih tetap rigging sampai menjelang maghrib. Pukul 19.30 setelah makan malam kami melakukan presentasi dan tanya jawab apa yang telah kami simulasikan tadi siang. Pukul 24.00 kami tidur.

Rabu, 25 Februari 2009 Pukul 05.00 seperti biasa kami sudah berkumpul di halaman untuk streaching dan berganti seragam goa. Hari ini bergantian, team yang kemarin pemetaan hari ini melakukan rigging dan sebaliknya. Pukul 19.00 kembali kami melakukan presentasi dan tanya jawab tapi malam ini acara presentasi tidak lagi berjalan seperti kemarin karena satu-persatu peserta tertidur kelelahan. Tapi ternyata setelah acara presentasi selesai peserta dibangunkan semua untuk mengikuti materi cave resque sampai pukul 24.00.

Kamis, 26 Februari 2009 Pukul 05.00 bangun, streaching, berganti seragam goa dan sarapan. Tidak disangka pagi ini kami mendapat musibah, sebuah berita duka mengabarkan bahwa ayahnya Fajar, salah satu peserta meninggal dunia dan Fajar telah pulang tadi malam. Pukul 07.30 masing-masing kelompok secara bergantian melakukan lagi simulasi rigging tim di goa vertical silabe, pemetaan sekaligus latihan water resque dan self resque di pohon. Tiga kegiatan itu diatur sedemikian rupa hingga semua kelompok bisa berlatih tanpa keluar dari agenda. Hanya saja, kelompok tiga dan empat baru selesai rigging tim pukul 22.00 malam sedangkan kelompok satu dan dua telah selesai. Sesampai di basecamp kelompok tiga dan empat segera bersih-bersih untuk kemudian bergabung di aula. Setelah semuanya berkumpul kami langsung saja mempersiapkan alat tulis untuk test tertulis kursus lanjutan sampai pukul 24.00.

Jumat, 27 Februari 2009 Pukul 2009 kami bangun, streaching, berganti seragam yang tidak lagi bersih dan sarapan. Setelah itu kami mulai test praktik kursus lanjutan yang terdiri dari test membuat simpul dengan mata tertutup, memasang instalasi SRT dengan mata tertutup, SRT di pohon dengan mata tertutup dan Self Resque. Semua test itu selesai pukul 14.00. Setelah makan siang kami latihan cave resque secara sekilas. Pukul 15.00 kami dipersilahkan istirahat karena rangkaian kegiatan KDKL Goa telah selesai. Pukul 19.00 kami makan kambing guling sekaligus penutupan secara resmi acara KDKL.

Sabtu, 28 Februari 2009 Kali ini kami bangun pukul 09.00. Setelah itu kami packing dan pulang meninggalkan Goa Putri.

0 komentar:

Posting Komentar

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP